5 Pekan PLP II, Ini Kontribusi Mahasiswa PGMI di Sekolah Mitra

Kamis, 11 Maret 2021 telah digelar sidang PLP I dan PLP II bagi mahasiswa PGMI. Setelah lebih dahulu mahasiswa semester 6 selesai melakukan observasi dalam PLP I selama dua pekan, menjadi tahap lanjutan bagi mahasiswa semester 8 dalam menyelesaikan kegiatan PLP II selama 5 pekan.

Pada kegiatan ini seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menelaah berbagai cakupan dalam dunia mengajar di sekolah mitra. Diantaranya telaah kurikulum, perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran, sistem evaluasi, dan mengembangkan berbagai perangkat pembelajaran serta tugas-tugas administratif guru lainnya. Adapun poin utama tentunya merupakan latihan mengajar dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing di sekolah mitra.

Terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu beberapa mahasiswa dengan sekolah mitra MIN Suci, kelompok kedua dengan sekolah mitra SD Rancabango, dan sisanya dengan sekolah mitra SDIT Al-Mashduqi. Merupakan tantangan besar dan sebuah hal baru bagi mahasiswa PGMI dimanapun dan PGMI STAIPI Garut khususnya, dimana pada PLP II kali ini dengan situasi Covid-19 yang mewajibkan prosedur porotokol kesehatan, seluruh kegiatan sekolah secara tatap muka dihentikan dan diberlakukan sistem pembelajaran daring.

Terdapat kegiatan PLP II yang menarik dari mahasiswa PLP di sekolah mitra SDIT Al-Mashduqi. Tidak seperti kegiatan PLP II umumnya, mereka membuat rancangan program yang bukan hanya sekedar praktik mengajar semata, namun juga mengembangkan kreatifitas dan inovasi di dalamnya yaitu dengan membuat acara Al-Mashduqi Virtual Competition, merupakan  acara lomba-lomba bagi siswa yang dikemas secara menarik dan adaptif dengan teknologi.

Acara ini berangkat dari temuan mahasiswa mengenai berbagai kendala pembelajaran daring seperti sistem evaluasi yang belum matang, semangat dan motivasi belajar siswa yang turun selama pandemi, serta minim interaksi antara guru dan siswa tanpa pembelajaran tatap muka. Terdapat 10 cabang lomba yang digelar yaitu lomba berkisah, lomba mewarnai, lomba baca puisi, lomba tiktok challenge, lomba kreasi cipta lagu SDIT, lomba kreasi konten SDIT, lomba tahsin, lomba video pembelajaran, lomba Aku Hebat, dan lomba photo contest.

Lomba-lomba digelar secara online maupun offline berbentuk pengumpulan karya. Seluruh lomba diarahkan berdasar pada materi pelajaran yang telah diterima siswa sebelumnya bersama para mahasiswa PLP sehingga ini menjadi salah satu strategi baru untuk melakukan evaluasi dan penilaian siswa menggunakan cara baru yang menyenangkan bagi siswa.

Acara yang belum pernah diselenggarakan ini disambut dengan sangat baik dan mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Pihak sekolah sendiri memberikan bantuan berupa penyediaan hadiah bagi pemenang seperti voucher beasiswa sekolah, piala, dan masih banyak lagi. Dari pihak siswa di luar ekpektasi ternyata banyak sekali bakat hebat yang ditemukan lewat hasil karya siswa dalam mengikuti lomba, sebagai contoh Almira juara 1 lomba cipta lagu Al-Mashduqi mampu membuat lagu yang sangat indah di usianya yang baru menginjak kelas 2 SD. Siswa dapat memanfaatkan moment lomba lomba yang dibuka selama dua pekan tersebut menjadi lebih produktif dan berkarya meskipun belajar dirumah saja.

Selain Al-Mashduqi Virtual Competition, mahasiswa PLP di SDIT Al-Mashduqi banyak memberikan sumbangsih wawasan dan ilmu baru bagi guru-guru di SDIT Al-Mashduqi. Seperti mengenalkan berbagai aplikasi teknologi untuk membantu pembelajaran daring, memberi kreasi baru dalam pembuatan perangkat pembelajaran, juga menjadi apresiasi utama dari para guru dengan membuat video pembelajaran yang menarik dan kekinian. Secara berkesinambungan para guru pun mulai mengadaptasi hal-hal tersebut untuk diterapkan selama mengajar daring khususnya. Dari kegiatan PLP II ini selain mahasiswa yang tentunya meraup banyak pengalaman dan bekal menuju profesi guru sesungguhnya, mahasiswa juga dituntut mampu memberikan solusi dan kontribusi aktif sebagai calon fresh graduate yang kaya akan imajinasi serta semangat tinggi menjadi pendidik terbaik. (Asfahani PGMI 7)